TALKSHOW - Andy Flores Noya memandu talkshow bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa dan Deinas Geley dalam rangka memperingati Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur Papua Tengah, Jumat (20/2/2026).

Satu Tahun Kepemimpinan MeGe: Refleksi Transparansi dan Fondasi Masa Depan Papua Tengah

MEEPAGO.COM- Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar forum evaluasi terbuka bertajuk talkshow satu tahun kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley (MeGe). Bertempat di Ballroom kawasan bandara lama Nabire, Jumat (20/2/2026), kegiatan ini menjadi panggung pertanggungjawaban publik atas mandat pembangunan periode 2025–2029.

​Dipandu oleh jurnalis senior Andy F. Noya, diskusi ini tidak hanya memaparkan capaian seremonial, tetapi juga mengupas tuntas tantangan di enam pilar prioritas: pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, perhubungan, dan infrastruktur. Forum ini melibatkan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, organisasi profesi seperti HIPMI, hingga lembaga internasional UNICEF untuk memastikan dialog berlangsung kritis dan berimbang.

​Dalam penyampaiannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa esensi kepemimpinan adalah memberikan dampak nyata yang melampaui masa jabatan. Ia menekankan bahwa jabatan gubernur hanyalah titipan sementara, namun kebijakan yang menyentuh rakyat adalah warisan yang abadi.

​"Hidup hanya sekali dan jabatan akan terus berganti. Yang terpenting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Kami ingin meletakkan fondasi yang kuat untuk anak cucu kita ke depan," ujar Meki dengan penuh refleksi.

​Sektor pendidikan menjadi sorotan utama sebagai motor penggerak pilar lainnya. Meki meyakini bahwa kualitas pendidikan yang mumpuni secara otomatis akan memperbaiki derajat kesehatan dan ekonomi warga. Salah satu terobosan yang mulai dirasakan manfaatnya adalah program "Sekolah Sepanjang Hari" serta sistem pendidikan berasrama yang kini telah menjangkau sekitar 2.000 anak. Selain itu, sekitar 26.000 siswa di Papua Tengah telah terakomodasi dalam program beasiswa gratis.

​Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa program "Sekolah Sepanjang Hari" dirancang untuk menjawab keterbatasan fasilitas sanitasi dan gizi di rumah-rumah warga. Di sekolah, siswa dibiasakan dengan pola hidup bersih, sarapan sehat, hingga mendapatkan makan siang bergizi yang selaras dengan program nasional. Langkah ini juga memberdayakan ekonomi lokal dengan melibatkan komunitas gereja, masjid, dan kelompok ibu-ibu dalam penyediaan konsumsi siswa.

​Di sisi lain, forum ini menjadi wujud nyata komitmen Pemprov Papua Tengah terhadap prinsip transparansi. Meki menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh antikritik dan harus berani diuji oleh publik terkait realisasi janji-janji politiknya.

​"Kami membuka ruang dialog ini agar publik bisa mengkritisi dan mengawal pembangunan secara berkelanjutan. Kelak saat kami selesai menjabat, apa yang telah kita tanam melalui kebijakan inilah yang akan menjadi saksi bagi masyarakat," tutupnya.

​Melalui momentum satu tahun ini, Pemprov Papua Tengah berharap partisipasi publik terus meningkat guna memastikan seluruh program prioritas tetap berjalan konsisten demi kesejahteraan masyarakat di jantung Papua.(**)