MEEPAGO.COM-Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar tatap muka bersama perwakilan guru dari seluruh kabupaten di Papua Tengah sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap pembangunan sektor pendidikan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (6/1/2026) pukul 10.00 WIT di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Sisingamangaraja, Nabire.Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP PKK Papua Tengah Ny. Nurhaidah Meki Nawipa, serta Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Institute, Akhiruddin.
Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia Papua Tengah. Ia menyebut, peningkatan mutu guru merupakan kunci untuk menciptakan masa depan Papua Tengah yang lebih baik.Tatap muka ini sekaligus menjadi momentum penegasan keberhasilan sebanyak 801 guru Papua Tengah yang dinyatakan lulus Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan tingkat kelulusan 100 persen. Para guru tersebut berasal dari berbagai wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan keterbatasan akses internet.
Perwakilan peserta PPG, Bernardus Kegou, guru asal Kabupaten Puncak Jaya, menyampaikan pengalamannya mengabdi sejak 1995 di wilayah pegunungan Papua. Ia mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun mengajar, dirinya dan banyak guru di daerah terpencil belum pernah mendapatkan sertifikasi hingga tahun 2025.Menurut Bernardus, proses PPG tetap berjalan meskipun diwarnai konflik keamanan di Puncak Jaya. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti kuat semangat guru-guru Papua Tengah dalam memperjuangkan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Bernardus juga menyampaikan dua usulan kepada pemerintah daerah, yakni keberlanjutan program PPG bagi guru yang belum tersertifikasi serta penuntasan sertifikasi bagi guru di wilayah paling terpencil.Sementara itu, Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Institute, Akhiruddin, menyebut capaian kelulusan PPG bukan sekadar angka statistik, melainkan tonggak sejarah baru pendidikan di Papua Tengah. Ia menjelaskan, program tersebut mencakup dua skema utama, yakni 519 guru PPG Guru Tertentu Tahap III dan 282 guru dari daerah khusus yang terkendala akses internet.
Akhiruddin menilai keberhasilan ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan keluarga guru, serta masa depan ribuan anak Papua Tengah. Ia juga menyampaikan apresiasi atas ketangguhan para guru yang mampu menyelesaikan seluruh tahapan program di tengah keterbatasan dan tantangan geografis.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa kelulusan PPG harus diiringi dengan tanggung jawab moral untuk kembali mengabdi di sekolah masing-masing.Ia juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan guru melalui sertifikasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumtif.
Menurutnya, program PPG bukan bagian dari agenda politik, melainkan kebutuhan objektif untuk memajukan pendidikan Papua Tengah.Gubernur menyebutkan bahwa Papua Tengah saat ini memiliki 11.204 guru, yang merupakan modal besar untuk mendorong kemajuan pendidikan jika dikelola dengan data yang bersih, valid, dan kebijakan yang konsisten.“Tidak ada alasan pendidikan tidak maju di Papua Tengah. Yang dibutuhkan adalah komitmen guru untuk benar-benar hadir dan menyentuh masa depan anak-anak Papua,” tegasnya.(rls)