MEEPAGO.COM- Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, memerintahkan tiga bupati untuk segera turun ke Distrik Kapiraya guna menyelesaikan konflik sosial antar-suku yang terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Mimika, Deiyai dan Dogiyai.
Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring pada Jumat (20/2/2026).
Rapat dipimpin Penjabat Sekda Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Soemoele, dan dihadiri Wakil Gubernur Deinas Geley serta para kepala daerah terkait.
Tiga bupati yang diutus yakni Bupati Deiyai Melkianus Mote, Bupati Dogiyai Yudas Tebai, dan Bupati Mimika Johannes Rettob.
Mereka tergabung dalam tim harmonisasi yang telah dibentuk untuk memediasi penyelesaian konflik di Kapiraya.
Gubernur menegaskan, tim akan terlebih dahulu bertemu di Timika untuk menggelar rapat bersama sebelum bertolak ke Kapiraya pada Selasa (24/2/2026). Pertemuan itu akan membahas teknis keberangkatan, termasuk jalur transportasi laut maupun udara. Pemerintah Provinsi juga akan menyiapkan surat akses penerbangan menuju Kapiraya.
Menurut Nawipa, kehadiran para bupati secara langsung di lokasi konflik penting sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan membangun kepercayaan masyarakat. Setelah melakukan dialog dengan kedua belah pihak, pemerintah akan memfasilitasi proses rekonsiliasi.
Ia menekankan bahwa penyelesaian konflik harus mengedepankan penetapan tapal batas adat sebagai dasar perdamaian. Penentuan batas wilayah adat tersebut, kata dia, harus melibatkan tokoh-tokoh asli dari wilayah perbatasan, tanpa campur tangan pihak luar yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan Kapiraya.
“Pemerintah dan tim hanya memediasi. Masyarakat yang menentukan tapal batas adatnya, kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan hak ulayat dan perdamaian bersama,” tegasnya.
Gubernur juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Deiyai, Dogiyai dan Mimika yang telah membentuk tim harmonisasi. Ia berharap upaya tersebut menjadi pintu masuk terciptanya perdamaian berkelanjutan di Kapiraya. (**)