MEEPAGO.COM- Konflik kembali terjadi di Kabupaten Dogiyai pada Selasa (31/3) siang. Insiden tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dalam rentetan peristiwa kekerasan yang berlangsung selama beberapa jam.
Peristiwa terjadi di wilayah Moanemani dan sekitarnya, dengan situasi dilaporkan tidak terkendali sejak sekitar pukul 12.20 WIT hingga menjelang pukul 16.00 WIT. Kondisi di lapangan yang kacau serta gangguan jaringan komunikasi menyulitkan upaya penghimpunan informasi awal, termasuk penelusuran penyebab konflik.
Korban pertama diketahui merupakan anggota kepolisian dari Polres Dogiyai bernama Juventus Edowai. Ia dilaporkan mengalami luka bacok di bagian leher akibat serangan orang tak dikenal. Korban sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Moanemani dan dirujuk ke RSUD Pratama Dogiyai dengan pengawalan pejabat daerah, namun nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa tersebut diduga terjadi di sekitar Jalan depan Gereja Ebenezer Kimupugi, Distrik Kamuu.
Korban kedua adalah seorang warga sipil bernama Ester Pigai, perempuan lanjut usia yang diperkirakan berusia antara 60 hingga 70 tahun. Ia dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan di kediamannya sekitar pukul 12.30 hingga 12.40 WIT.
Selanjutnya, korban ketiga merupakan seorang remaja bernama Siprianus Tibakoto, yang diperkirakan berusia 16 hingga 18 tahun. Ia disebut berasal dari Distrik Kamu Selatan dan meninggal dunia akibat luka tembak sekitar pukul 12.41 WIT. Informasi waktu kejadian diperoleh dari keterangan saksi yang beredar dalam rekaman video di masyarakat.
Korban keempat adalah seorang pemuda bermarga Yobee, berusia sekitar 15 hingga 18 tahun. Ia dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan dalam rentang waktu antara pukul 14.00 hingga 15.00 WIT.
Selama konflik berlangsung, suara tembakan dilaporkan masih terdengar hingga sore hari. Hingga berita ini disusun, kronologi lengkap serta pemicu utama konflik belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian setempat juga belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.
Situasi di Dogiyai masih menjadi perhatian, sementara masyarakat diimbau tetap waspada menunggu perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.(**)