MEEPAGO.COM,NABIRE-Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Sosial mulai menyalurkan penghargaan dan bantuan sosial bagi warakawuri, keluarga pahlawan nasional, perintis kemerdekaan, serta janda dan duda perintis kemerdekaan. Program ini diawali di Kabupaten Nabire, Kamis (8/10/2026), sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pejuang.
Kegiatan yang berlangsung di Kamusio Makmur Abafi Homestay, kawasan Siriwini Bawah, Nabire, dibuka oleh Asisten I Setda Papua Tengah, Alanthino Wiay, S.STP., M.Si., yang mewakili Gubernur Meki Nawipa. Pembukaan ditandai dengan penabuhan tifa.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Alanthino, pemerintah menegaskan bahwa pemberian santunan tidak sekadar berupa bantuan sosial, tetapi juga wujud penghargaan terhadap pengabdian para pejuang bagi bangsa dan negara.
Pemerintah juga menilai nilai keberanian, persatuan, pengorbanan, dan kecintaan terhadap bangsa yang diwariskan para pejuang harus terus dijaga serta diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Pemerintah hadir dan tidak melupakan jasa para pejuang, terutama keluarga yang telah memberikan pengabdian bagi bangsa dan negara,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.
Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Papua Tengah, Jhon Wakerkwa, S.Sos., menjelaskan bahwa program ini mencakup perhatian kepada pejuang yang masih hidup maupun keluarga pejuang yang telah meninggal dunia.
Menurut Jhon, pemerintah juga mendorong para pejuang dan keluarga yang memenuhi persyaratan agar dapat mengakses santunan sosial melalui Kementerian Sosial.
“Karena mereka ini adalah pejuang, kita harus hargai,” tegasnya.
Ia menyampaikan, pendataan terhadap pejuang dan keluarga pejuang sebelumnya telah dilakukan. Namun, data tersebut masih perlu diverifikasi dan diperbarui untuk memastikan identitas, keberadaan, serta jumlah calon penerima bantuan.
Pendataan dan pendampingan selanjutnya direncanakan menjangkau delapan kabupaten lainnya di Papua Tengah, termasuk wilayah Puncak, Paniai, dan Intan Jaya, dengan mempertimbangkan keterjangkauan wilayah.
Pada tahap awal, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, antara lain beras, susu, garam, telur, dan sejumlah bahan kebutuhan lainnya.
Selain penyaluran bantuan, Dinas Sosial akan memberikan sosialisasi serta pendampingan mengenai mekanisme memperoleh santunan dari Kementerian Sosial. Langkah ini diharapkan membantu penerima yang memenuhi ketentuan agar dapat memperoleh hak dan perhatian sosial dari pemerintah.
Jhon berharap proses pendataan dan pendampingan dapat memperluas akses bantuan bagi para pejuang beserta keluarganya, sehingga mereka tidak terlewat dari program kesejahteraan sosial.
Program tersebut merupakan kegiatan perdana Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang direncanakan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Pelaksanaan di Nabire berlangsung selama tiga hari, dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sehari sebelum acara pembukaan.
Melalui program ini, Pemprov Papua Tengah berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan penerima manfaat sekaligus memperkuat penghargaan terhadap sejarah perjuangan, nilai kepahlawanan, dan kesetiakawanan sosial di Papua Tengah.(**)