MEEPAGO.COM,PUNCAK- Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, dinilai memiliki dua figur muda yang membawa energi baru dalam mendorong pembangunan dan masa depan Papua. Keduanya adalah Thomas Tabuni, S.IP., selaku Ketua DPRD Kabupaten Puncak Papua, dan Yunis Labene, S.IP., Ketua KNPI Kabupaten Puncak periode 2025–2029.
Kedua tokoh tersebut dinilai tidak hanya memiliki posisi strategis dalam pemerintahan dan kepemudaan, tetapi juga tumbuh dari akar rumput sehingga memahami kondisi masyarakat pegunungan serta berbagai tantangan yang dihadapi Orang Asli Papua (OAP).
Dalam menjalankan perannya, Thomas Tabuni dan Yunis Labene disebut membawa paradigma kepemimpinan yang tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian penting dari masa depan daerah.
Sejumlah gagasan yang diperjuangkan di antaranya mendorong prioritas terhadap peningkatan SDM Papua melalui kebijakan afirmatif di bidang pendidikan, beasiswa bagi anak-anak Puncak, serta pelatihan kepemudaan dan kewirausahaan bagi pemuda OAP.
Selain itu, kesejahteraan masyarakat akar rumput disebut menjadi perhatian utama. Kebijakan pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat di kampung-kampung dan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
Kolaborasi antara DPRD sebagai lembaga yang memiliki fungsi legislasi dan penganggaran dengan KNPI sebagai wadah berhimpunnya pemuda juga dinilai dapat menjadi kekuatan dalam mendorong perubahan. Legislatif membuka ruang kebijakan, sementara pemuda diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan.
Di sisi lain, visi kedua tokoh muda tersebut dinilai tidak berhenti pada kepentingan jabatan. Komitmen terhadap kemanusiaan yang adil dan beradab serta perjuangan terhadap hak-hak Orang Asli Papua (OAP), baik di Kabupaten Puncak maupun Papua Tengah secara umum, menjadi bagian penting dari gagasan yang mereka bawa.
Perjuangan tersebut dipandang bukan sebagai politik identitas yang sempit, melainkan sebagai upaya memperjuangkan keadilan, kesetaraan dan martabat masyarakat Papua. Harapannya, OAP dapat menjadi tuan di negeri sendiri, memiliki daya saing serta mampu mengambil bagian secara sejajar dalam pembangunan nasional.
Gagasan dan langkah yang muncul dari Kabupaten Puncak diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Tanah Papua, termasuk Kabupaten Nabire, Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya dan kabupaten lainnya di Papua Tengah, serta wilayah Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Papua Barat.
Masa depan Papua dinilai tidak akan datang dengan sendirinya, tetapi harus diperjuangkan oleh anak-anak Papua sendiri. Karena itu, keberhasilan mendorong pembangunan SDM di tengah berbagai keterbatasan di Puncak diharapkan dapat menjadi pemantik bagi daerah lain untuk melakukan langkah serupa.
Semangat tersebut juga menjadi ajakan untuk meninggalkan perbedaan suku dan kepentingan kelompok serta membangun satu visi bersama, yakni mewujudkan Papua yang berpendidikan, sejahtera dan bermartabat.
Semangat yang tumbuh dari Puncak diharapkan menjadi bagian dari semangat Papua untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, dengan OAP yang maju, mandiri dan mampu berdiri sejajar dalam pembangunan.
Puncak bangkit, Papua Tengah maju, dan Papua sejahtera.(**)