MEEPAGO.COM-Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengambil langkah untuk memulihkan aktivitas pemerintahan di Kabupaten Puncak setelah kerusuhan pada Selasa (11/8/2026) mengakibatkan sejumlah fasilitas pemerintahan di Ilaga dibakar, dirusak, dan dijarah.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus A. Sumule, mengatakan pemerintah provinsi telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Puncak guna memastikan situasi serta keberlangsungan pelayanan pemerintahan di Ilaga.
Menurut Sumule, Pemprov Papua Tengah tidak akan membiarkan Pemerintah Kabupaten Puncak menghadapi kondisi tersebut seorang diri. Pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.
“Yang pasti kita tidak akan membiarkan mereka berjalan sendiri. Kita akan terus bersama-sama dengan masyarakat di Ilaga, Kabupaten Puncak. Kita juga harus memastikan bahwa jalannya pemerintahan harus tetap berlangsung di sana,” ujar Sumule di Nabire, Kamis (13/8/2026).
Saat ini, Pemkab Puncak tengah menyiapkan laporan tertulis terkait dampak kerusuhan, termasuk pendataan kerusakan dan nilai kerugian fisik. Laporan tersebut akan menjadi bahan bagi pemerintah provinsi dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan selanjutnya.
Sumule menyampaikan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Ilaga saat ini telah kembali stabil dan belum terdapat persoalan lanjutan. Namun, aktivitas pemerintahan masih menghadapi kendala karena sejumlah gedung perkantoran mengalami kerusakan berat hingga terbakar.
“Karena kantor terbakar jadi mereka belum bisa melakukan aktivitas, tapi dalam waktu yang tidak terlalu lama saya yakin sudah bisa jalan kembali,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa telah menugaskan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung ke Ilaga. Mereka diminta melihat kondisi di lapangan sekaligus membantu proses penanganan pascakejadian.
Pemprov Papua Tengah juga akan menggelar pertemuan untuk mengevaluasi kondisi terkini di Kabupaten Puncak serta merumuskan langkah yang diperlukan agar aktivitas pemerintahan dapat kembali normal.
Di sisi lain, Bupati Puncak Elvis Tabuni memastikan roda pemerintahan tetap berjalan meskipun sejumlah fasilitas pemerintahan mengalami kerusakan akibat kerusuhan tersebut.
Elvis menjelaskan, beberapa fasilitas pemerintahan mengalami kerusakan paling parah. Gedung yang terbakar hingga rata dengan tanah antara lain Kantor Dinas Kesehatan, gudang BNPB, ruang kerja DPRK Puncak, serta Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Sejumlah bangunan lainnya mengalami kebakaran sebagian, di antaranya Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), Kantor Bupati dan Wakil Bupati, khususnya ruang Wakil Bupati dan ruang kerja staf ahli, serta kantor keuangan.
Kerusuhan juga menyebabkan satu unit kendaraan roda empat milik Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Puncak dibakar.
Selain itu, pagar Kantor Dinas Pendidikan mengalami kerusakan.
Sementara sejumlah kantor lainnya dilaporkan mengalami perusakan dan/atau penjarahan. Fasilitas tersebut meliputi Kantor Diskominfo, Kesbangpol, Inspektorat, Dinas Sosial, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah kini memprioritaskan pemulihan fasilitas dan aktivitas pemerintahan agar pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Puncak tidak terhenti akibat kerusakan yang ditimbulkan dalam kerusuhan tersebut.(**)