Penggeledahan dilakukan pada Rabu (13/5/2026) di Jalan Poros Wadio Atas, Desa Bumi Wonorejo, Distrik Nabire.

WNA Diduga Terlibat Tambang Ilegal, Senjata Api dan Amunisi Disita di Nabire

MEEPAGO.COM- Aparat gabungan dari Intelijen Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyita senjata api dan amunisi dari sebuah rumah yang dihuni tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Penggeledahan dilakukan pada Rabu (13/5/2026) di Jalan Poros Wadio Atas, Desa Bumi Wonorejo, Distrik Nabire.

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan satu senjata api laras panjang kaliber 5,56 mm, satu senjata rakitan laras panjang, sejumlah amunisi tajam, satu magazen SS1, serta tas senjata.
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan dugaan aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan yang melibatkan warga negara asing.

Berdasarkan hasil pendalaman, tim intelijen kemudian diturunkan untuk menelusuri keberadaan dan aktivitas para TKA tersebut.
Kasi Intel Korem 173/PVB, Kolonel Inf Budy Suradi, menyampaikan bahwa penemuan senjata api menjadi temuan serius dalam operasi tersebut.
“Kami bergerak untuk menertibkan aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan, namun di lapangan ditemukan indikasi lain yang lebih mengkhawatirkan, yakni kepemilikan senjata api oleh warga asing,” ujarnya.


Ia menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap asal-usul senjata dan tujuan kepemilikannya. Aparat juga mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik aktivitas tersebut.


Selain menyita senjata, aparat turut menindaklanjuti dugaan tambang ilegal dengan memasang plang di dua titik lokasi. Penandaan tersebut, menurut Budy, bukan bentuk penguasaan lahan, melainkan sebagai bukti bahwa area tersebut tengah diproses secara hukum.
“Plang itu sebagai penegasan bahwa lokasi tersebut diduga digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal dan sedang dalam penanganan,” katanya.


Saat ini, sejumlah TKA beserta barang bukti telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aparat juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi aktor di balik praktik tambang ilegal dan kepemilikan senjata tersebut.


Korem 173/PVB memastikan akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas ilegal di wilayah Papua Tengah, khususnya yang melibatkan warga negara asing dan peredaran senjata api tanpa izin.(**)