Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare

KKB Dilaporkan Mulai Beraktivitas di Kota Nabire, Aparat Perketat Pengamanan

MEEPAGO.COM-Kepolisian Daerah Papua Tengah mengungkapkan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak lagi beroperasi terbatas di wilayah pegunungan, melainkan mulai merambah kawasan perkotaan, termasuk Kota Nabire, Papua Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, pada Senin (5/1/2026).

Ia menegaskan, pergeseran pola pergerakan KKB menjadi perhatian serius aparat keamanan karena berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“KKB kini tidak hanya beraktivitas di wilayah pegunungan, tetapi sudah masuk hingga ke pusat Kota Nabire,” ujar Alfred.


Sepanjang tahun 2025, kata Alfred, KKB tercatat melakukan sejumlah aksi kekerasan yang berdampak signifikan terhadap situasi kamtibmas di Papua Tengah. Beberapa insiden di antaranya pembakaran empat bangunan di Kampung Kelemame, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, yang dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Tenius Kulua dan Kalenak Murib.
Selain itu, kelompok bersenjata pimpinan Bumiwalo Enumbi juga dilaporkan terlibat dalam aksi penembakan terhadap personel Polres Puncak Jaya hingga menyebabkan korban meninggal dunia. KKB juga diduga terlibat dalam penembakan terhadap purnawirawan Polri serta penyerangan terhadap personel Brimob yang berujung korban jiwa.


Kapolda menambahkan, kelompok tersebut masih berpotensi melakukan berbagai aksi kriminal lain, seperti pembakaran fasilitas pemerintah, penghadangan di jalur transportasi, serta serangan bersenjata terhadap aparat keamanan maupun masyarakat sipil.


Menghadapi kondisi tersebut, kepolisian bersama aparat keamanan lainnya meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan, antara lain Kabupaten Puncak Jaya, Puncak, Deiyai, Dogiyai, Mimika, Nabire, dan Intan Jaya.
“Penegakan hukum akan tetap dilakukan secara tegas terhadap siapa pun yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Alfred.


Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.(**)