Muhammad Jaelani Saputra, Plt. Direktur Teknik Asprov PSSI Papua Tengah

Musprov PSSI Papua Tengah Dilaksanakan Setelah Askab Tujuh Kabupaten Dibentuk

MEEPAGO.COM– Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Tengah melalui panitia lokal akan melaksanakan Liga 4, yang dimulai tanggal 9 April 2025. Pelaksanaan ajang bergensi sepak bola di Papua Tengah ini akan berlangsung di Stadion Wania Imipi SP1 dan Stadion Mimika Sport Center.

Di dua stadion yang berada di Timika, ibukota Kabupaten Mimika itu, dipastikan akan meremput tujuh club sepak bola yang ikut dalam turnamen tersebut.

Tujuh klub bola tersebut yakni, PERSIDO (DOGGIYAI), PERSIPUJA (PUNCAK JAYA), PERSINAB (NABIRE), PERSINTAN (INTAN JAYA), PERSIPUNCAK CARTENSZ (Puncak), PERSIDEI (Deiyai) dan PERSEMI (Mimika).

Muhammad Jaelani Saputra, Plt. Direktur Teknik Asprov PSSI Papua Tengah menyebutkan pelaksamaan Liga 4 akan berlangsung selama sembilan hari.

Sebelum Liga 4 bergulir, diagendakan tanggal 6 April 2025 diadakan pengesahan tujuh klub tersebut menjadi Anggota Asprov Provinsi Papua Tengah (PPT) dan Penunjukan Plt. Askab untuk tujuh kabupaten selain Mimika.

“Setelah Askab-Askab dibentuk kepengurusan di masing-masing kabupaten lalu disahkan dan dilantik. Dilanjutkan dengan Musyawarah Provinsi PSSI Papua Tengah. Terkait waktunya tergantung cepat atau lambatnya Askab-Askab terbentuk,” jelas Jaelani kepada koranpapua.id melalui sambungan teleponnya, Kamis 3 April 2025.

Jaelani mengakui hingga saat ini belum dibentuk kepengurusan Asprov yang resmi, karena ada terkendala beberapa agenda pemerintah.

“Dalam diskusi dimana pada saat itu Papua Tengah masih fokus dengan persiapan pelaksanaan Pilkada sehingga ditunggu hingga Pilkada selesai,” jelasnya.

Seiring dengan perjalanan waktu sesuai agenda PSSI Pusat, Asprov PSSI Papua Tengah sukses melaksanakan Liga U13, U15 dan U17, sehingga sekarang dilanjutkan dengan kompetisi Liga 4.

Disampaikan bahwa, dalam Liga 4 yang berlangsung selama sembilan hari itu, akan menerapkan sistem setengah kompetisi.

Dari tujuh klub yang akan bertanding dibagi menjadi dua grup. Satu grup beranggotakan tiga klub dan satu grup beranggotakan 4 klub. Ia mengungkapkan klub yang lolos di Liga 4 akan mewakili Papua Tengah di tingkat Nasional.

Untuk level Nasional total semua ada 80 tim yang terdiri dari 64 klub yang sudah terlebih dahulu selenggarakan Liga 4 dan 16 klub yang saat ini masih mengikuti kompetisi. Dari jumlah ini tim bermain hingga final sehingga tersisa 8 klub yang lolos untuk promosi masuk Liga 3.

“Kita Papua Tengah jika peserta yang daftar sampai sepuluh bisa dua klub ikut di level Nasional. Tapi tujuh saja, sehingga hanya satu klub,” terangnya.

Adapun jadwal Liga 4 putaran Nasional babak 64 besar mulai 21-26 April 2025, babak 32 besar mulai 29-4 Mei 2025, babak 16 besar mulai 10-15 Mei 2025 dan babak 8 besar mulai 20-24 Mei 2025.

Sementara untuk babak final dengan 8 tim ke Liga 3 dilaksanakan pada 27 Mei 2025.

Ia menambahkan, semua agenda ini menjadi kewenangan PSSI Pusat dibawah tanggung jawab Plt. Asprov PSSI PPT.

“Terlepas dari situasi dan kondisi yang ada saat ini. Sekarang semua sudah memprogramkan untuk menjalankan seluruh tahapan menuju Musprov PSSI PPT,” katanya.

Namun sebelum Musprov, kata Jaelani akan dilakukan terlebih dahulu pengesahaan tujuh klub peserta Liga 4 Asprov PSSI PPT tersebut.

Dengan pengesahan itu, tujuh klub ini secara resmi sudah terdaftar di Asprov PSSI PPT yang kemudian dilaporkan ke PSSI Pusat untuk disahkan pada kongres di Bulan Juni 2025.

“Dengan telah disahkan ketujuh klub ini menjadi anggota resmi PSSI Pusat,” pungkasnya.

Setelah pendaftaran tujuh klub di PSSI Pusat dilanjutkan dengan membentuk kepengurusan Plt. Askab di tujuh kabupaten kecuali Mimika (sudah ada Askab).

“Meskipun sebelumnya mereka sampaikan kepengurusan Askab masih ada. Tetapi dengan berpisah dari Provinsi Papua sebagai induk, otomatis kepengurusan Askab tersebut sudah tidak ada lagi. Kita harus berdiri sendiri dan disahkan sendiri oleh Asprov PSSI PPT,” jelasnya.

Dikatakan, dalam rapat bersama tim tingkat kabupaten semua mendukung menjalankan terlebih dahulu Liga 4 sambil menyiapkan tahapan penunjukan Plt. Askab di tujuh kabupaten.

Setelah kepengurusan Askab resmi terbentuk, baru dilaksanakan Musprov PSSI PPT agar pelaksanaannya legal, dengan keanggotaan delapan Askab ditambah tujuh klub sehingga totalnya menjadi 15 anggota.

Dalam Musprov ini akan diseleksi mencari siapa figur sebagai Ketua Asprov PSSI Papua Tengah.

Dalam pencalonan sebagai ketua bukan asal tunjuk tetapi tetap mengikuti mekanisme, dengan terlebih dahulu membentuk Komisi Komite Pemilihan dan Komite Banding (KKPKB).

Setelah pembentukan KKPKB, kemudian dibuka kesempatan seluas-luasnya untuk calon mendaftar. Selanjutnya semua berkasnya akan diverifikasi oleh KKPKB.

Kepada pengurus yang terpilih harus mempunyai komitmen menjalankan semua program yang sudah dicanangkan PSSI Pusat.

“Siapapun dia silakan daftar sebagai calon. Apakah gubernur, wakil gubernur, bupati atau wakil bupati diperbolehkan mendafar,” katanya.

Ditegaskan, dalam membangun dunia sepak bola harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur dan kesiapan keuangan.

Karenanya ia berharap kepengurusan Asprov PSSI PPT setelah terpilih nanti dapat melaksanakan kegiatan sesuai amanat dan harapan masyarakat sepak bola.

Jaelani menyampaikan bahwa, dirinya tidak ingin terjadi seperti di beberapa provinsi lain di Indonesia, setelah dibentuk kepengurusan Asprov meskipun ketuanya bupati atau wali kota tetapi tidak ada kegiatan yang berjalan.

Karenanya peserta yang daftar menjadi calon ketua bukan karena hasil dorongan dari orang lain dengan muatan kepentingan tertentu, sementara dirinya sendiri sesungguhnya tidak bersedia.

“Calon yang maju memang murni memiliki niat untuk membangun sepak bola di Papua Tengah. Kita berharap sepak bola Papua Tengah harus lebih maju dengan provinsi lain,” harapnya.

Selain itu, Jaelani menuturkan, pelaksanaan Liga 4 yang dilakukan saat ini lebih kepada pembinaan bukan kompetisi.

Ia beralasan hingga saat ini Papua Tengah belum memiliki SDM yang mumpuni. Seperti belum memiliki wasit, meskom, tenaga visio terapi dan dokter olahraga.

Termasuk pemain U13, U15, U16 dan U17 yang sampai saat ini belum ada pelatih meskipun pemain bolanya banyak.

“Kita sudah membuat blue print sepak bola untuk Asprov PSSI PPT untuk diserahkan kepada calon agar setelah terpilih mempunyai gambaran dalam bekerja mengelola sepak bola di Papua Tengah,” pungkasnya. (***)