Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley.

Deinas Geley Siapkan Pelatih Berpengalaman Liga 1, Targetkan Sepak Bola Papua Tengah Lebih Kompetitif

Posted on 2026-11-07 07:59:14 dibaca 35 kali

MEEPAGO.COM,NABIRE-Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, mulai menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk membangun kekuatan sepak bola di wilayah tersebut selama masa kepemimpinannya periode 2026–2030.

Penguatan kapasitas pelatih lokal, pembangunan lapangan di delapan kabupaten hingga penyediaan stadion representatif tingkat provinsi menjadi beberapa program yang ingin diwujudkannya.

Langkah awal yang akan ditempuh Deinas adalah mendatangkan pelatih sepak bola profesional dari luar Papua, termasuk mereka yang memiliki pengalaman menangani klub di kompetisi Liga 1 Indonesia.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan para pelatih lokal, baik dari sisi pemahaman taktik, teori kepelatihan maupun penerapan strategi di lapangan.

Rencana itu disampaikan Deinas dalam konferensi pers setelah pengukuhan pengurus PSSI Papua Tengah di Aula RRI Nabire, Jumat (6/11/2026), sekitar pukul 11.30 WIT.

Menurutnya, kualitas pembinaan pemain sangat bergantung pada kemampuan pelatih dalam menyusun strategi dan mengembangkan potensi atlet. Karena itu, peningkatan kompetensi pelatih harus menjadi fondasi utama dalam membangun sepak bola daerah.

"Pertama yang akan saya lakukan adalah mencari pelatih-pelatih yang bagus dari luar untuk didatangkan ke sini. Pelatih dari kabupaten harus dikumpulkan, diberikan pelatihan, baik teori maupun praktik. Kuncinya ada di pelatih. Kalau pelatih punya strategi yang bagus, pemain juga bisa berkembang," ujar Deinas.

Ia berharap pembekalan tersebut dapat mempersiapkan pelatih dan tim sepak bola dari masing-masing daerah agar mampu bersaing dalam berbagai kompetisi, termasuk Liga 4.

Selain pembinaan sumber daya manusia, Deinas juga menyoroti pentingnya ketersediaan sarana olahraga. Ia berencana membangun komunikasi dengan Gubernur Papua Tengah dan para bupati agar pembangunan lapangan sepak bola dapat dimasukkan dalam perencanaan serta penganggaran di setiap kabupaten.

Menurutnya, anak-anak dan generasi muda membutuhkan fasilitas latihan yang memadai untuk mengasah kemampuan sejak dini. Tanpa dukungan infrastruktur, pengembangan bakat pesepak bola daerah akan sulit berjalan maksimal.

"Saya akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur agar para bupati bisa menganggarkan pembangunan lapangan sepak bola di masing-masing kabupaten. Anak-anak kita harus punya lapangan sendiri untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka," tegasnya.

Tak berhenti pada pembangunan lapangan di tingkat kabupaten, Deinas juga membawa cita-cita besar menghadirkan stadion yang representatif di tingkat Provinsi Papua Tengah.

Ia menilai potensi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Papua Tengah semestinya turut diimbangi dengan pembangunan fasilitas olahraga berkualitas. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi aset jangka panjang bagi pembinaan atlet dan generasi mendatang.

"Itu mimpi besar saya. Saya akan mendorong bersama Pak Gubernur agar Papua Tengah juga memiliki stadion yang bagus. Kita punya kekayaan alam yang besar, jadi sudah saatnya pembangunan fasilitas olahraga juga menjadi perhatian," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Deinas turut menegaskan bahwa kepemimpinannya di PSSI Papua Tengah bukan untuk mengutamakan kepentingan klub maupun kelompok tertentu. Ia ingin organisasi sepak bola tersebut dikelola secara terbuka dan memberikan ruang yang setara bagi seluruh elemen.

Ia menjelaskan, proses pemilihan ketua berlangsung melalui mekanisme organisasi. Dari delapan orang yang mendaftarkan diri, seluruh kandidat memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti tahapan seleksi berdasarkan persyaratan administrasi dan ketentuan panitia.

"Tidak ada otomatis karena saya Wakil Gubernur lalu langsung menjadi ketua. Semua punya hak yang sama. Siapa saja boleh mendaftar, dan semua proses berjalan sesuai mekanisme serta persyaratan administrasi yang ditetapkan panitia," jelasnya.

Lebih jauh, Deinas menginginkan PSSI Papua Tengah menjadi wadah pemersatu masyarakat. Menurutnya, perbedaan suku maupun latar belakang tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun organisasi dan memajukan sepak bola.

Ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mengedepankan persaudaraan, kebersamaan dan kerja sama demi kemajuan daerah.

"Kita tidak boleh lagi memisahkan, kamu suku ini, kamu suku itu. Kita harus menjadi satu sebagai orang Papua. Dalam organisasi tidak boleh ada pengkotak-kotakan. Kita harus bersatu dan berkolaborasi membangun negeri ini," tegasnya.

Deinas juga menyerukan agar masyarakat Papua mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah melalui berbagai bidang, termasuk olahraga.

"Kalau bukan kita, siapa lagi yang membangun negeri ini? Orang Papua harus punya semangat untuk membangun daerahnya sendiri. Itu yang menjadi komitmen kami," tambahnya.

Sementara itu, mengenai persiapan Papua Tengah menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON), Deinas menyebut pembahasan teknis akan dikoordinasikan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah sesuai kewenangan organisasi tersebut.

Berbagai agenda yang disiapkan itu menjadi bagian dari upaya membangun fondasi sepak bola Papua Tengah secara bertahap. Peningkatan kualitas pelatih, pemerataan fasilitas latihan, pembangunan stadion serta pembinaan pemain usia muda di delapan kabupaten diharapkan dapat berjalan beriringan.

Dengan dukungan pemerintah daerah, organisasi olahraga, klub dan masyarakat, Papua Tengah diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta sepak bola yang memiliki kemampuan bersaing di tingkat regional maupun nasional.(**)

Copyright 2025 Meepago.com

Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811

Telpon: 081366277488

E-Mail: admin@meepago.com