Pemprov Papua Tengah tegaskan flyer lomba melukis berhadiah miliaran rupiah yang mencatut nama pejabat adalah hoaks. Warga diimbau waspada dan tidak menyebarkannya. Foto Istimewa
MEEPAGO.COM, NABIRE-Masyarakat Papua Tengah diminta tidak mudah percaya terhadap informasi lomba berhadiah fantastis yang beredar di media sosial. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memastikan flyer lomba melukis tingkat provinsi dengan iming-iming hadiah miliaran rupiah yang belakangan viral merupakan informasi palsu atau hoaks.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak pernah menerbitkan pengumuman maupun menyelenggarakan perlombaan sebagaimana tercantum dalam flyer tersebut.
Penegasan itu disampaikan Emanuel melalui siaran pers resmi pada Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, setiap kegiatan resmi yang diselenggarakan Pemprov Papua Tengah harus melalui prosedur administrasi pemerintahan yang jelas dan transparan. Penyampaian informasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan tersebut.
"Apabila terdapat agenda atau kegiatan resmi yang diselenggarakan pemerintah provinsi, informasi terlebih dahulu akan disampaikan melalui organisasi perangkat daerah terkait sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat. Jadi flyer lomba itu hoaks," ujar Emanuel.
Menurutnya, beredarnya informasi palsu yang mencatut nama pejabat dan institusi pemerintah daerah berpotensi menimbulkan keresahan serta merugikan masyarakat. Terlebih, informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menjalankan aksi penipuan.
Karena itu, Pemprov Papua Tengah meminta masyarakat agar tidak terpengaruh, apalagi ikut menyebarluaskan flyer yang belum terbukti kebenarannya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah provinsi saat ini tengah menelusuri sumber awal penyebaran flyer tersebut di dunia maya. Pemprov juga menyiapkan langkah hukum dengan melaporkan pihak yang diduga membuat maupun menyebarkan informasi bohong itu kepada aparat penegak hukum.
Emanuel menegaskan, langkah tersebut akan ditempuh berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan tujuan memberikan efek jera sekaligus melindungi masyarakat dari penyalahgunaan informasi publik.
"Kami akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku guna memberikan efek jera serta menjaga keamanan informasi publik," tegasnya.
Lebih lanjut, masyarakat Papua Tengah diingatkan untuk meningkatkan literasi digital, terutama dalam memeriksa kebenaran informasi yang beredar melalui media sosial.
Warga diharapkan memastikan kejelasan sumber informasi sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain. Sikap kritis dan kehati-hatian dinilai penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan maupun penyebaran disinformasi.
Emanuel berharap masyarakat turut berperan menjaga ruang digital agar tidak dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan kabar bohong yang dapat merugikan banyak pihak.
"Mari bersama-sama memastikan setiap informasi yang diterima benar dan jelas sumbernya. Jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan," tutup Emanuel.(**)
Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811
E-Mail: admin@meepago.com