Plt Asisten I Setda Papua Tengah Alantino Wiay, S.STP., M.Si

Pemimpin Lintas Agama Bersatu, Papua Tengah Didorong Tetap Aman dan Harmonis

Posted on 2026-09-06 10:06:15 dibaca 157 kali

MEEPAGO.COM,NABIRE- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah menggelar Temu Kerukunan Pimpinan Agama Tahun 2026 di Aula Guest House, Jalan Merdeka, Nabire, Kamis (3/9/2026).Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antarpemimpin agama dalam menjaga keamanan, kedamaian, serta keharmonisan kehidupan masyarakat di Papua Tengah.

Kegiatan mengangkat tema “Pimpinan Lintas Agama Bersatu Membangun Papua Tengah yang Cerdas, Sehat, Produktif, Aman, Harmonis dan Berkelanjutan.” Acara dihadiri pimpinan majelis agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, serta jajaran Polri.Ketua Panitia, Pdt. Dr. Alman Manik, S.Th., M.Th., dalam laporan penyelenggaraannya mengatakan, keberagaman suku, agama, budaya dan kehidupan sosial yang ada di Papua Tengah merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui dialog, toleransi dan kerja sama.

Menurutnya, keberagaman tersebut perlu dikelola secara bijaksana agar tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi modal sosial dalam membangun daerah.Sementara itu, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH, melalui sambutan yang dibacakan Plt Asisten I Setda Papua Tengah Alantino Wiay, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan para pemimpin agama dalam menjalankan pembangunan.

Gubernur menyampaikan, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Sebaliknya, para tokoh agama juga membutuhkan dukungan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, demikian pula tokoh agama tidak dapat berjalan sendiri. Kita saling mendukung dan saling membutuhkan untuk kesatuan kita,” demikian pesan Gubernur Meki Nawipa dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa Papua Tengah merupakan rumah bersama bagi masyarakat dengan latar belakang suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan agama yang beragam.Perbedaan tersebut, kata gubernur, semestinya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi harus ditempatkan sebagai kekayaan yang perlu dijaga bersama.

Para pemimpin agama pun diminta terus mengambil peran sebagai pembawa pesan perdamaian sekaligus menjadi penyejuk ketika terjadi perbedaan maupun persoalan sosial di tengah masyarakat.“Kerukunan harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, saling membantu, saling menjaga dan membangun kepercayaan di antara sesama anak bangsa,” ujar Meki dalam sambutan tertulisnya.Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga mengajak para pemimpin agama memberikan perhatian lebih besar terhadap generasi muda Papua Tengah.Generasi muda dinilai perlu dibekali nilai moral dan pemahaman yang kuat agar tidak mudah terpengaruh provokasi, berita bohong, ujaran kebencian maupun berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu kehidupan bersama.

Gubernur mengingatkan bahwa perbedaan agama, suku maupun pandangan bukan alasan untuk membangun permusuhan.“Mari kita membimbing mereka agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi, berita bohong, ujaran kebencian maupun berbagai tindakan yang dapat merusak kehidupan bersama,” pesannya.

Ia menegaskan, masyarakat Papua Tengah boleh memiliki perbedaan latar belakang, namun tetap berada dalam satu keluarga besar Papua Tengah dan satu bangsa Indonesia.Selain itu, pertemuan tersebut turut menegaskan pentingnya penerapan Peraturan Gubernur Papua Tengah Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pembentukan FKUB sebagai salah satu landasan dalam memperkuat kerukunan umat beragama.

Pemerintah menilai pemuka agama memiliki posisi strategis dalam menciptakan suasana kondusif. Suara, nasihat dan keteladanan para pemimpin agama dinilai memiliki pengaruh luas di tengah masyarakat.Melalui Temu Kerukunan Pimpinan Agama Tahun 2026, pemerintah berharap komunikasi lintas agama dan lintas sektor semakin kuat. Komitmen bersama tersebut diharapkan mampu mencegah potensi konflik serta mewujudkan Papua Tengah yang aman, damai, harmonis dan berkelanjutan.

Kolaborasi pemerintah, pemimpin agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang rukun di Papua Tengah.(**)

Copyright 2025 Meepago.com

Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811

Telpon: 081366277488

E-Mail: admin@meepago.com