foto ilustrasi

Kepatuhan Minum Obat Jadi Tantangan Eliminasi Malaria di Papua Tengah

Posted on 2026-08-05 18:26:16 dibaca 176 kali

MEEPAGO.COM- Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hingga tuntas masih menjadi kendala utama dalam upaya eliminasi malaria di Provinsi Papua Tengah. Pengobatan yang tidak diselesaikan sesuai anjuran berpotensi menyebabkan penyakit kambuh serta meningkatkan risiko penularan di masyarakat.


Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Yenice Derek, mengatakan wilayah Papua Tengah hingga kini masih memiliki angka kasus malaria yang tinggi. Kabupaten Mimika dan Nabire bahkan termasuk dalam kategori daerah dengan tingkat endemisitas tinggi.


Menurutnya, rendahnya kepatuhan pasien dalam menyelesaikan pengobatan menjadi tantangan serius dalam pengendalian malaria. Banyak pasien menghentikan konsumsi obat sebelum terapi selesai, sehingga infeksi berisiko muncul kembali dan memperluas penyebaran penyakit.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai langkah, di antaranya memberikan edukasi sejak awal pengobatan, melibatkan keluarga sebagai pengawas minum obat, serta menghadirkan layanan “Pojok Malaria” di sejumlah puskesmas.


Melalui layanan tersebut, pasien yang dinyatakan positif malaria langsung diberikan dosis pertama obat di hadapan tenaga kesehatan sebelum melanjutkan pengobatan secara mandiri di rumah. Selain itu, petugas kesehatan dan kader turut dilibatkan sebagai pendamping agar pasien menjalani terapi hingga selesai.


Yenice menjelaskan, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, terutama jenis primakuin, sangat penting untuk mencegah kekambuhan infeksi malaria. Jika tidak diminum sesuai ketentuan, parasit dapat kembali berkembang di dalam tubuh.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, menilai upaya pengendalian malaria tidak cukup hanya melalui edukasi masyarakat. Menurutnya, dibutuhkan dukungan kebijakan serta pembiayaan yang berkelanjutan dari pemerintah.


Ia mengungkapkan, selama ini berbagai program penanggulangan malaria masih banyak didukung oleh mitra, seperti Global Fund dan pihak lainnya. Karena itu, pemerintah daerah dan provinsi perlu memiliki regulasi serta alokasi anggaran yang jelas agar program dapat berjalan secara konsisten.


Silas berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus diperkuat, terutama dalam hal penyediaan anggaran, pengawasan, dan evaluasi program. Dengan dukungan tersebut, tenaga kesehatan di lapangan diharapkan mampu menekan angka kasus malaria di Papua Tengah.


Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga, hingga masyarakat, menjadi kunci penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mempercepat target eliminasi malaria di wilayah tersebut.(**)

Copyright 2025 Meepago.com

Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811

Telpon: 081366277488

E-Mail: admin@meepago.com