Oya Pigome, Ketua Partai Ummat Papua Tengah
MEEPAGO.COM-Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Papua kembali menjadi sorotan. Oya Pigome selaku Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Papua Tengah meminta Pemerintah Pusat untuk tidak mempersulit kehidupan rakyat kecil dengan kebijakan yang memberatkan di daerah yang sudah memiliki tantangan geografis dan ekonomi lebih tinggi.
Menurut Oya Pigome, Papua memiliki kondisi khusus. Biaya distribusi BBM ke daerah pegunungan, pedalaman, dan kepulauan jauh lebih tinggi dibanding daerah lain. Akibatnya, setiap kenaikan harga BBM di tingkat pusat akan berdampak berlipat-lipat bagi masyarakat di kampung.
“Rakyat kecil di Papua sudah berjuang dengan harga kebutuhan pokok yang mahal. Jangan ditambah lagi dengan BBM yang naik. Pemerintah pusat harus hadir dengan solusi, bukan mempersulit,” tegas Oya Pigome.
Ia juga menekankan bahwa BBM bukan hanya soal kendaraan. Di Papua, BBM dipakai untuk mesin perahu nelayan, genset penerangan, hingga transportasi hasil kebun ke pasar. Jika harga BBM naik, maka otomatis harga ikan, sayur, dan sembako ikut naik.
Oya Pigome mendesak 3 hal kepada Pemerintah Pusat:
1. Evaluasi skema subsidi dan distribusi BBM khusus Papua agar tepat sasaran dan tidak membebani masyarakat.
2. Perkuat pengawasan agar tidak ada penimbunan dan permainan harga di tingkat pengecer.
3. Sediakan alternatif berupa bantuan langsung atau subsidi transportasi untuk kelompok rentan terdampak kenaikan.
“Kami minta negara hadir. Papua bagian dari negara. Jangan sampai kebijakan yang dibuat di Jakarta membuat rakyat di kampung makin susah,” pungkasnya.(**)
Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811
E-Mail: admin@meepago.com