Karantina Papua Tengah Lepas Ekspor Perdana 42 Ton Bawal Hitam ke Malaysia

Karantina Papua Tengah Lepas Ekspor Perdana 42 Ton Bawal Hitam ke Malaysia

Posted on 2026-07-01 10:08:10 dibaca 172 kali

MEEPAGO.COM- Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah melepas ekspor perdana sebanyak 42 ton ikan bawal hitam tujuan Malaysia. Pengiriman milik CV Seafood Sejahtera Papua (SSP) tersebut dilakukan melalui Pelabuhan Perikanan Pomako, Kabupaten Mimika, Selasa (30/6).Nilai ekspor komoditas perikanan itu diperkirakan mencapai Rp756 juta dan menjadi langkah awal pembukaan akses pasar internasional bagi produk unggulan Papua Tengah.

Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan pihaknya memastikan seluruh tahapan ekspor berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pemeriksaan kesehatan dan keamanan komoditas hingga penerbitan dokumen Health Certificate (HC) yang menjadi syarat negara tujuan.“Seluruh proses dilakukan melalui verifikasi ketat dan pendampingan hingga sertifikat kesehatan diterbitkan,” ujar Anton.

Ia menjelaskan, Barantin terus mendorong efisiensi layanan ekspor melalui sistem Permohonan Tindakan Karantina (PTK) Online yang terintegrasi dalam platform BEST TRUST. Sistem digital ini memungkinkan pelaku usaha mengajukan permohonan secara transparan, memantau proses sertifikasi secara real time, serta memperoleh HC elektronik dengan lebih cepat.

Menurutnya, digitalisasi tersebut bertujuan memangkas birokrasi dan menekan risiko penurunan kualitas komoditas selama proses logistik. Selain itu, sistem yang terintegrasi dengan kementerian dan lembaga terkait juga diharapkan mampu mempercepat waktu tunggu di pelabuhan serta menekan biaya distribusi.

Anton menegaskan, peran karantina tidak menjadi hambatan bagi pelaku usaha, melainkan sebagai fasilitator dalam memperkuat daya saing ekspor.“Kami hadir untuk mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM dan eksportir perikanan. Sertifikasi berbasis sistem digital ini penting untuk menjaga reputasi komoditas Indonesia di pasar global,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam mendukung ekspor perdana tersebut, di antaranya Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bea Cukai Timika, serta instansi terkait lainnya.Menurut Anton, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing komoditas perikanan di pasar internasional. Ke depan, pihaknya akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam memenuhi standar kesehatan ikan sesuai ketentuan negara tujuan ekspor.

Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya ekspor perdana komoditas perikanan dari wilayahnya.Ia menilai keberhasilan ini menjadi momentum kebangkitan sektor kelautan dan perikanan Papua Tengah sekaligus bukti bahwa produk daerah mampu memenuhi standar pasar internasional.“Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Meki.

Kegiatan pelepasan ekspor turut dihadiri unsur DPRD Kabupaten Mimika, Sekretaris Daerah Mimika, Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, pelaku usaha perikanan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.(**)

Copyright 2025 Meepago.com

Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811

Telpon: 081366277488

E-Mail: admin@meepago.com