Pemerintah Provinsi Papua Tengah melepas 50 pelajar Orang Asli Papua (OAP) untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel).

Pemprov Papua Tengah Kirim 250 Pelajar Ikuti Bimbel Sekolah Kedinasan

Posted on 2026-06-21 10:50:30 dibaca 95 kali

ARUNGNEWS.COM,JAMBI- Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengirim sebanyak 250 pelajar Orang Asli Papua (OAP) untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel) terintegrasi sebagai persiapan seleksi masuk sekolah kedinasan di berbagai kementerian.Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah itu.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM dan seluruh pihak yang telah menyiapkan kegiatan ini,” ujar Silwanus saat melepas peserta bimbel di Nabire, Sabtu.Ia menegaskan para peserta yang akan mengikuti bimbel di Jayapura selama kurang lebih dua bulan harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan disiplin dan kesungguhan.

Pasalnya, seleksi sekolah kedinasan membutuhkan kesiapan akademik, fisik, dan mental.Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Papua Tengah juga menyiapkan pendamping dan pembina yang bertugas memantau perkembangan belajar, kedisiplinan, serta kesiapan peserta selama mengikuti program.“Keberhasilan program ini membutuhkan pengawasan dan kerja sama semua pihak. Peserta juga harus menjaga nama baik diri, keluarga, dan Papua Tengah serta mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan tertib,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, menjelaskan program ini tidak hanya memberikan bimbingan akademik, tetapi juga pembekalan teknis dalam menghadapi pola seleksi sekolah kedinasan.

Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah sekolah kedinasan, seperti STAN, STIS, Politeknik Imigrasi, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).“Selama ini masyarakat lebih mengenal IPDN, padahal masih banyak sekolah kedinasan lain di berbagai kementerian,” ujarnya.

Denci menambahkan, peserta program berasal dari delapan kabupaten di Papua Tengah dengan rentang usia 18 hingga 21 tahun, yang merupakan lulusan SMA/SMK tahun 2024 hingga 2026.Seluruh kebutuhan peserta, mulai dari pemeriksaan kesehatan, transportasi, hingga biaya bimbingan belajar, ditanggung oleh pemerintah provinsi sebagai upaya membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi generasi muda OAP.

Program ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas SDM, khususnya bagi OAP agar mampu bersaing di tingkat nasional.(**)

Copyright 2025 Meepago.com

Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811

Telpon: 081366277488

E-Mail: admin@meepago.com