Pengerjaan Rusun DOB Papua Tengah Dikebut Jelang Tenggat. foto : istimewa
MEEPAGO.COM- Pembangunan Rumah Susun Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Tengah di Karadiri, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, terus dikebut jelang berakhirnya masa kontrak. Meski progres fisik mendekati rampung, sejumlah persoalan teknis masih menjadi perhatian pemerintah.
Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Imran, meninjau langsung progres pembangunan bersama jajaran pemerintah daerah, BPKP, PLN, serta pihak penyedia dan manajemen konstruksi, Sabtu (29/11). Dalam peninjauan pukul 11.00–13.00 WIT, progres fisik tercatat mencapai 94,696 persen dengan deviasi -0,495 persen dari target. Sementara itu realisasi keuangan berada di angka 88,50 persen atau sekitar Rp 89,53 miliar. Dari total durasi kontrak, 441 hari telah terpakai dan hanya tersisa 22 hari untuk menyelesaikan pekerjaan.
Proyek rumah susun tersebut juga telah melalui sembilan addendum kontrak yang meliputi penyesuaian administratif hingga perubahan direksi perusahaan. Adapun nilai kontrak manajemen konstruksi yang dikerjakan Yodya Karya (Persero) KSO meningkat menjadi Rp 3,82 miliar, dengan progres keuangan sejauh ini baru 20 persen.
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIT, ditemukan beberapa isu teknis yang memerlukan penanganan segera. Saluran drainase eksisting milik Bina Marga masih buntu dan berpotensi menimbulkan genangan, sementara jaringan listrik PLN belum tersedia sehingga seluruh aktivitas bergantung pada tiga unit genset, di mana satu unit dilaporkan rusak.
Kendati masih terdapat hambatan, Kementerian PKP menegaskan pembangunan hunian vertikal untuk masyarakat Papua Tengah itu akan dipastikan tepat waktu dan tepat mutu agar dapat segera dimanfaatkan. Pemerintah berharap keberadaan rusun ini menjadi langkah awal pemerataan akses hunian layak di wilayah pemekaran Papua.(**)